Wednesday, December 24, 2008

pelipur lara

hatiku pernah tergores luka
akalku tak mampu melawannya
namun setiap tuba ada tambanya
bila ku ingat2 lagi maknanya

kubuka kembali
lembaran yang tak ada keraguan dalamnya
pedoman sempurna hidup di dunia
tempat semua jawaban berada

tuma'ninah malampun ku coba
demi mendekatiNya, pemilik sejatinya cinta

kubertanya pada setiap yang berilmu
kudekati agar mengobati
atau setidaknya menghibur hati

lalu kusebut nama Pencipta
kupejamkan mata, mainkan rasa
kusebut namaNya dan terus kusebut namaNya
hingga lega beban yang kurasa

itulah keprihatinan hidup mencinta
penawar hati, menahan sedikit agar terbuka
mata yang lara



tembang dari Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim)

tamba ati iku lima sak warnane:
1. maca Qur'an angen-angen sak maknane
2. kaping pindho, sholat wengi lakonana
3. kaping telu, wong kang soleh kencanana
4. kaping papat kudu weteng ingkang luwe
5. kaping lima zikir wengi ingkang suwe
salah sahijine sapa bisa ngelakoni,
insya Allahu taala ngijabahi.

Terjemahan
pelipur lara ada lima macam :
1. Membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya.
2. kedua, shalat malam lakukanlah.
3. ketiga, orang shaleh dekatilah.
4. keempat, zikir malam yang lama.
5. kelima, harus tahan lapar perutnya.
Siapa bisa melaksanakan itu semua, Insya Allahu taala mengabulkan.

semuanya dah ada pada tau kan tombo ati nih buat yang terlewatkan.......

18 comments:

  1. wah,,,,,,,puitis bgt mas,,,
    adem bgt abis baca ini.
    link exchange nya ditunggu

    ReplyDelete
  2. jadi terharu saya.. mgkn krn puisi indahmu

    ReplyDelete
  3. Sabar ... abang sambungin nih puisinya ...


    Datang dan Pergi

    Jangan kau cari makna hadirnya diriku ….

    Mungkin pada suatu saat nanti kau akan mengerti …

    Dan …..

    Jangan kau cari juga makna kepergianku …

    Mungkin pada suatu saat nanti kau akan memahami …

    Bahwa aku hanya ingin menghormati keputusanmu …

    Namun yang pasti ….

    Kepergianku ini bukanlah lara diujung suka …

    Tapi pedih diujung cinta …

    Dan saat ini …

    Aku titipkan cintaku pada seribu kunang-kunang …

    Yang terang benderang ….

    Sambil berharap mereka kan pulang kepadaku …

    Dengan membawa sayap-sayap rindu ….


    *Lanjutttttttttttt ...hue he

    ReplyDelete
  4. sekali lagi, kubukan kelopak mataku. berharap engkau ada disampingku, tapi oh rupanya, si abang andi ternyata ada diatasku,*hue..he..*

    tempat ini emang asyik buat mengexsplore perasaan..dijadikan tempat selingkuh kayaknya juga indah,he..he...

    met malem..kawan..kunang kunang datang nih, ntuk mencari rembulan. adakah biasnya khan makin terang? btw, bloggku masih daku private.maafkan.

    ReplyDelete
  5. #makasih tuk denting jiwa: sudah masuk linknya

    #makasih tuk andi8lumut: jangan terharu biru ya...

    #makasih tuk Vintage Gadget : u r welcome

    #makasih tuk abang: wah tambah indah aja kata2 abang nih... pengen kubalas nanti aku makin salah persepsi ya udah saya ambil positifnya aja kaya lagunya josh groban "you raise me up" untuk aku + sedikit kunang2 saya ganti bintang:

    aku titipkan cintaku pada seribu bintang dimalam sepi, pekat, kelam dan selalu kukenang........

    ribuan bintang yang kutatap gamang, walau ada yang kuingin lebih terang..........

    agar bintang yang satu itu jatuh menggaris tenang hitam duniaku...

    agar ku mampu berdo'a dan meminta pada tuhanku tentang hidupku.......

    #makasih tuk gadis: ya ampun kunang2, senang sekali masih bisa melihatmu. walaupun agak sedikit gmana tawamu,he3.... mudah2an selama masih ada bintangnya yang bernama matahari cahayanya gak akan pernah berhenti menghiasi gelap dengan kelembutan, ok.

    ReplyDelete
  6. numpang mejeng aja deh gw......wuehehehe..

    ReplyDelete
  7. #makasih tuk sang penyamun:
    boleh3 gak bakal gw larang, malah tambah seneng hati gw. he3........ =))

    ReplyDelete
  8. wah si abang mkn siip aja nih puisinya...

    ReplyDelete
  9. emmmmm diriku baca aja ndak bisa puitis heuheuee

    ReplyDelete
  10. Pagi2 dirumah bengong, jadi main aja ke rumahnya sang pujangga muda ..hue he

    Lanjut lagiiii puisinya ..


    Sengaja aku ingin terus berada diatasmu ...
    Agar aku bisa mendengar getaran hatimu ...
    Seperti halnya kepak sayap burung dalam cakrawala cinta ...
    Kini aku telah menjadi orang yang paling memahami ...
    Tentang Apa yang diinginkan oleh hatimu ...
    Bagaikan gelas yang penuh dengan anggur merah ..
    Yang dipersembahkan untuk dahaga jiwa ...
    Bagaikan buku dalam setiap lembarnya ...
    Tertulis kesenangan dan keharuan ...
    Kebahagiaan dan cinta kasih ...
    Tawa dan canda ...
    Izinkan aku tetap diatasmu ...

    *hue he ... lanjuttttttttttttt ...*

    ReplyDelete
  11. #makasih tuk DEVIANTY: hayooo abang ada banyak disini, jadi untuk semua abang aja yaa...

    #makasih tuk CEBONG IPIET: silahkan di baca,cari gampangnya aja ebong biar gak lupa...

    #makasih tuk ABANG: wa'alaikumsalam silahkan masuk, aduh bang puisinya indah.

    dan izinkan pula aku tetap di bawahmu...
    memperbaiki hitamku....
    meniru langkah terbaikmu...
    membiasakan ilmu dan rasaku...
    mengangkat agar berguna bahuku....
    yang dulu hanya untukku dan untukku...
    karena kusadari aku tak berarti tanpamu...
    kau boleh membenciku...
    boleh marah kepadaku...
    boleh hilang dariku...
    boleh kemanapun kau mau..
    tapi jangan mati...
    jangan pernah mati...
    karena salahku...
    karena nafsuku...
    karena mengenalku...
    demi aku...

    ReplyDelete
  12. langit malam begitu cerah
    tapi kenapa hatiku merasakan gelapnya
    sedang bintang2pun bercahaya dengan terangnya
    tapi mataku tertutup oleh buramnya

    kucoba mengambil seluruh udara agar lega beban di jiwa.

    lanjuttt...

    sedikit goresan untuk sang pujangga. makin oke dengan karyanya

    ReplyDelete
  13. Aku akan bercermin saat aku harus bercermin, meski kadang sosok itu bukan diriku... Kita sangat mirip, namun dia tak berhati, tp dia tampak lebih santun...
    Entahlah apa yang terjadi dengan hati, mungkin sudah saatnya aku mencari cermin hitam yang tertinggal itu, hatiku memanggilnya, namun dia serasa menjauh...
    Cermin hitam yang rahasia dan tertutup putih salju yang dingin, yang memberiku seribu persimpangan. Namun itulah kesempatan untuk memilih dan menemukan kembali ermin hitamku di ladang Naira. Ya, aku mengingatnya, laba-laba berkaki delapan yang cantik dan pemalu... Dimana, ketika satu tiang dikelilingi delapan pasak kecil... disitulah katanya cermin hitamku berada...

    ReplyDelete
  14. makin lama makin seru nich lempar lamparan puisinya..

    Maafkan aQ, karna aQ tak mampu melihat isi hatimu..
    Hingga aQ tak mampu merasakan apa yang kau rasa..
    Tapi aQ akan tetap disini..
    Dan kan selalu ada untukmu..
    Wahai swahabat..

    lagi cuibuk banget nich, jadi gak sempat posting..
    hehehe
    Lanjuuuut..

    ReplyDelete
  15. #makasih tuk DWINA CUTE: mataku boleh tertutup buramnya namun sorotku yang akan menjadikannya satu yang bercahaya.

    #makasih tuk PUTTY ANGELICA: karena berhati tak ingin menyakiti cermin hitammu tampak lebih santun memaknai misteri.

    #makasih tuk RAMPADAN: untuk lebih berarti kau boleh menamparku dan mengoyak hati demi kebaikan sejati saat kau kembali, sahabatku.

    ReplyDelete
  16. malam ini...aku masih merindukan cahaya itu
    cahaya yang sempat meredup tanpa kutahu sebabnya

    malam ini...ingin kudengar lagi hembusan salammu
    yang membawa cahaya lebih terang dari cahya sang rembulan

    malam ini...ingin kuceritakan padamu tentang deritaku
    derita ketika putik itu mulai kangen kamu.*gubrak!pyang!*(gelas gelas kaca..bunyikan suara..dimana kah aku kini...
    lanjuuut..kita bernyanyi...)

    ReplyDelete
  17. #makasih tuk GADIS:
    semua terluka aku, kamu, dia, semua bila cerita tak berjalan sebagaimana mestinya, tapi lihat aku, aku masih memegang kata dan rasa. luka bagiku adalah ketika harus kugadaikan harga, yang kedepannya tak pernah pasti antara suka atau duka, dan aku bahagia dengan semua cerita sedih, sakit, duka dan ntah yang lain yang tak bisa kusebut namun kurasa dan kucoba rubah dengan kata bahagia.

    sekali lagi aku bahagia, menjadi diriku yang sekarang, apalagi bila kubandingkan dengan apa yang kubaca dan kudengar ternyata hidup lebih menyedihkan, menyakitkan dan bahkan bisa sampai dikatakan tragis.

    aku gak banyak pengalaman tentang dunia tapi pelajaran kuambil dari mana saja, dari aku kamu dia dan semua saat aku berada di dalamnya dan kuhargai semua karena bagiku itu berguna.

    mungkin karena seringnya melakukan kesalahan juga kegagalan dalam mencoba. aku suka berfikir tentang kata ‘merana’ karena berat kurasa dan kata tidak bisa, entah ada getar dari relung hatiku yang mana yang selalu mengajak aku meninggalkan lampaunya cerita untuk selalu mencoba dan mencoba berusaha, bersyukurlah aku walau nakal luar biasa sejak kecil dekat dengan pondasi agama dan kutemukan kenikmatan disana saat tenang menjalankannya.

    aku tak pernah mengatakan diriku manusia penuh makna karena mungkin saja hewan bisa dianggap lebih bermakna (keturunan ke12 sunan gunung jati tapi sayang calang= ngarang bro).

    dan mungkin semua tak tau sebenarnya aku senang luar biasa saat setiap tamu yang datang menghargai dan mau berbagi dengan ku dengan rasaku dan rasanya dan sebisa mungkin kuhargai dan kuhormati ia walau mungkin tak memuaskan jawabanku atas setiap tanya tapi mudah2an ada masukan yang paling tidak sudah menenangkan jiwa (kalau gak juga ya tawain aja he3....).

    aku pernah punya kata yang bagiku itu sakti banget yang bikin aku tenang:
    “Segala Hal yang Allah Berikan Atau Ambil Kuyakin Allah Pasti Memberikan Yang Terbaik Untukku Dan Aku Takkan Pernah Ragu” cari sendiri maknanya ya.

    ok ini cuma sekedar cerita biasa dari saya, untuk semua orang, yang saya rasa jauh lebih diatas saya dan jangan pernah berfikiran negatif sedikitpun ketika membacanya +makasih mau cape2 membacanya.

    ReplyDelete

silahkan berkomentar?
jangan pergi dari sini sebelum meninggalkan kata-kata.