Tuesday, January 20, 2009

dosa pujangga muda

aku pendusta
yang menulis kata pengakuan dosa
yang tak akan sempurna dilihat mata
tapi catat saksiku kanan baiknya kata
atau kiri untuk buruknya kata

aku dan kalbu
seperti indah mawar itu
di batang hijau pot hitamku
subur digemburi cacing di lahan dustaku
yang kau lihat dari indahku
yang kau dengar dari indahku
yang kau rasa dari indahku
itu karena keindahanmu
sedangkan aku karena cacing cacing itu

aku dan langkah kaki
seperti tapak pasir pantai ini
tercetak tak abadi
membekas tapi sekali
bukan injakan mengering pasti
bukan injakan mengering pasti

aku dan kamu
aku
yang dusta dengan wangiku
yang dusta dengan kekar batangku
yang dusta dengan cacing di pot hitamku
kamu
yang bijak petik wangi itu
sobek mawar itu dimata agar kutau
yang bijak patahkan batang itu
agar remuknya hijau menyadarkanku
yang bijak menusuk cacing itu
mengubur di indah fenomena sebelum gelapku
yang bijak inginkan yang baru
seperti rumah sang raja yang dirindu
yang tulus kupun rindukan itu

aku dan waktu
dalam kerugianku
ingin sepertimu
banyak mengingat satu
menang dengan diammu
karena kau tunjukan satu
yang kau tangisi karena dosaku

aku dan takdir ini
aku dan sandiwara ini
aku dan misteri hati

dosa pujangga muda
hidup penuh dusta
walau sadar semua kan kembali padanya



- asy syu'ara (26) 221-227 -

kuawali kata dengan maaf kepada insan untuk kemarin, hari ini dan yang akan datang bila sempat tak terucap (susah juga ngambil peran ini). dosa pujangga muda dibuat untuk pribadi saya yang terpaut juga dengan teman2 pengunjung blog ini. karena sadar atau tidak sadar sudah pasti ada sedikit tulisan saya yang menjadi luka, trauma ataupun hipothermia atau metronom tanpa detak di denah blog ini. walau lama saya tau, yakin dan mengenal pasti kata kataku "ada/tidak adanya diriku sistem dari panggung nyata atau nir realita tetap bersandiwara" setidaknya tulisan ini kebahagian dan kelegaan hati (smile friend n ever lasting smile). ini juga untuk yang meminta kenapa labelku hanya satu hidupku ya sudah aku tambahkan dosa pujangga muda walau perlu waktu membuatnya dan juga teruntuk bintang-bintang indah yang menghiasi gelapku yang bijaknya ingin terbaru seperti rumah sang raja yang dirindu yang tulus akupun merindukan kebaikan seperti itu dan berusaha, mudah mudahan ini saat yang tepat untuk menampilkan warna baju persahabatan ini, peninggalan masa lalu yang mungkin mengisi frame kecil dirumahku demi kebaikan.

satu lagi spesial maaf nih aku tau filosofi kata mengikuti tapi tak menuruti, aku tau kau pun tau tentang 'makna arti' hanya karena ada waktu yang tepat dan kesempatan spesial menampilkan 'goodies' ini dosa pujangga muda (coba kapan lagi), ok fren two thumbs up n :D for you.

(nah saya dah gak punya utang lagi ya, ternyata susah juga posting cepet2 n menghayal gores rasa dibalik kesibukan kerja he3...)
:Dnahdiar

56 comments:

  1. Ini koment dr hape..
    Mau tidur, udah matiin leletop, pencet hape, ada yg update..
    Koment dulu ahh..

    Semua manusia punya dosa..
    Semua punya kesalahan..
    Karena manusia bukan malaikat..
    Bukan malaikat..

    Hitam itu tak kan melunturkan merahmu..
    Bau busuk itu tak kan menghilangkan harummu..
    Karena sebutir mutiara akan tetap jadi mutiara..
    Walaupun terkena lumpur dan dosa..
    Sepertimu..
    Seperti indah warnamu..
    Seperti lembut kata katamu..
    Seperti kokohnya tatapanmu..

    Mutiara kan tetap jadi mutiara..
    Sepertimu..

    ReplyDelete
  2. mungkin,
    untuk menjadi emas,
    mengkilap dan bercahaya.
    juga harus ditempa, di gosok, di siksa, di aniaya
    meski kita tak tahu,
    sampai kapan, sang waktu meliputi kita...

    ReplyDelete
  3. #makasih tuk RAMPADAN:
    mas jujur loh
    nih ampe pengen keluar air mata bacanya
    aku terharuuu

    #makasih tuk SURYADEN:
    doa in mas abis dikasih ilmu
    demi waktu saya gak ingin lupa.

    ReplyDelete
  4. dosa
    setiap manusia memilikinya
    karena manusia bukan mahluk sempurna
    butuh keberanian untuk melakukannya
    dan butuh keberanian untuk mengakuinya
    dan demi waktu yang telah diberikanNya
    perbaikilah ia selagi di beri masa
    karena segala sesuatu yang baik datang dariNya
    dan segala yang buruk datang dari diri kita


    salut buat sang pujangga
    karena mengakui dosanya
    moga suatu hari saya juga bisa melakukannya

    ReplyDelete
  5. Sakit pala gw semaleman bro... sorry blom bisa koment bearti buat pendosa...
    hahahahaaa...... masih puyeng dikit nih....

    ReplyDelete
  6. jika ada manusia yang mengaku dia sempurna
    itu hanya khayalan belaka
    jika ada manusia yang tau dia melakukan dosa, tapi mengakuinya dan berusaha meluruskannya untuk menjadi lebih baik..dia adalah mutiara..
    tak ada manusia yang sempurna..
    karena manusia tempatnya salah dan dosa
    dan semoga kita semua
    bisa menjadi lebih baik kedepannya...

    ReplyDelete
  7. mantaps neh postna ttg doa. :D

    ReplyDelete
  8. eh kurang "s" .. . mksudna mantaps tentang DOSA.. heee..
    sory ya.:D

    ReplyDelete
  9. salam...

    hmmm... ada apa mas dengan puisi ini, saya bisa menangkap teriakan dari kata-katanya yang begitu jujur mengakui kesalahan..

    sesuatu memang harus disublimasikan lewat pena, walaupun sebenarnya ada ego yang harus kita pertaruhkan.

    ReplyDelete
  10. # makasih tuk DWINACUTE:
    it's very hard to say sorry dear, it need a sacrifice or an endless sacrifice.

    #makasih tuk CEBONG IPIET:
    semua juga punya dosa bong...

    #makasih tuk SANG PENYAMUN 210109:
    ya udah post aja disini kan tauuuuuuuu

    #makasih tuk ATCA:
    terima kasih 'ca atas do'anya
    aku merasa terhibur dengan do'a.

    #makasih tuk DEBRIAN:
    salam kenaalll. ialah apapun namanya ada di hitamku

    #makasih tuk ROE:
    itulah akhir sandiwara
    yang tutupan kotak misterinya tak sempurna
    tapi bila ku coba, apa lagi kata yang bisa ku pertanggung jawabkan sebagai keturunan adam.

    ReplyDelete
  11. gue bukan pujangga, yang bisa menggores kata dengan sejuta makna, gue hanya orang bisa yang bisa merasakan kedalaman rasamu yang kau goreskan dalam jerit hati itu.......

    ReplyDelete
  12. Reques lagi dong label/kategorinya: Dosa Janda Muda :D

    ReplyDelete
  13. bagus bos dengan mengakui kita punya dosa
    untuk berbuat dosa lagi kan jadi malu

    ReplyDelete
  14. udah baca dosa pujangga tapi seperti biasa nggak ngerti....

    ReplyDelete
  15. #makasih tuk FAIZZ:
    saya dah keblognya mas faizz baca postingan terakhir saya tersenyum ditulisan itu ada rasa yang tumplek, keren buat lelaki seperti mas :D

    #makasih tuk KATAKATAKU:
    waduh mas saya belum main ama janda muda ntar kalau salah lagi gmana? dah buat salah masih buat lagi untunglah saya masih bisa tersenyum selalu menghadapi perjalanan ini

    #makasih tuk SUWUNG:
    ia mas mudah2an ini jadi pelajaran berharga buat saya yang selalu belajar

    #makasih tuk YOU-NI STORY:
    ya udah gpp gak usah terlalu dipikirin.

    ReplyDelete
  16. memarginalkan dosa, menepikan dosa adalah kekalahan, mengagungkannya dan mengakuinya secara jantan didepan-Nya. Itulah kemenangan... salam

    tabiek
    senoaji

    ReplyDelete
  17. #makasih tuk SENOAJI:
    wah tambah lega dengernya

    ReplyDelete
  18. wah,angkatan pujangga muda ya mas ?

    bagus puisinya...terus berkarya..

    good luck

    ReplyDelete
  19. wah, makin mantep nih koleksi puisinya.. bdw, link saya mana ya? :)

    ReplyDelete
  20. #makasih tuk RAYEARTH2601:
    makasih, 2601 apa ya?? setau saya 26 januari ada gerhana total yang bisa dilihat jelas dilampung, ok deh thanks dah berkunjung.

    #makasih tuk RIO 9:
    saya pasang di the poet aja ya nanti.

    ReplyDelete
  21. bener bener seorang pujangga muda ya...

    ReplyDelete
  22. nengok temen ahhhhhhhh..
    bagaimana punya kabar?
    maaf ya baru sempet berkunjung..

    ReplyDelete
  23. #makasih tuk CASUAL CUTIE:
    ia bener blog pujangga muda he3... :D

    #makasih tuk RAMPADAN:
    lagi urus d'put rumah baru
    siap, nanti berkunjung ke d'put ya.

    ReplyDelete
  24. nice poem bro
    maap baru mampir nih

    ReplyDelete
  25. bagus bagt ni puisi ..
    jadi penn nangis aku T_T

    ReplyDelete
  26. #makasih tuk ANNOSMILE:
    masih banyak yang lebih indah, saya masih belajar.

    #makasih tuk CINTAILAH BUMI:
    wah saya dah nangis tapi bahagia :D

    ReplyDelete
  27. wew ga ada manusia yg tanpa dosa...

    ReplyDelete
  28. walah walah..
    para penyair idolaku ini pada kemana ya?
    kok gak ada aktifitas..
    lagi pada sibuk kali ya?

    ReplyDelete
  29. wah indah bangat kata-katamu...............
    aq suka..............
    teman aq juga suka katanya kamu polos skali................

    ReplyDelete
  30. suerrr jadi terenyuh diriku baca puisi diatas ..
    suwer bos....

    ReplyDelete
  31. wow... puisinya, sampe2 Fina ga bisa ngimbangi. hehehe. coba bikin ah:

    Ibaratnya opium yang melenakan
    Puisimu bak candu bagi ragaku
    Denyut nadi tak lagi teratur
    Detak jantung ingin memanggilmu

    Yuk, semua pada bilang "hihihihi"

    ReplyDelete
  32. walah.........bro..kmana aja lo.. lama amir lo liburan.., hayoo.. ngeblog lagi.....

    ReplyDelete
  33. mas, kok berhenti sich ngeblognya???
    ayo donk posting lagi..
    bertapa di mana sich kok gak kelar kelar..
    liat tuch si penyamun panen duit terus..

    ReplyDelete
  34. ayo mas, ngeblog lagi, aku tunggu artikelmu.

    ReplyDelete
  35. saatnya manusia tersadar akan dosa dan yang penting saat ini hanyalah hidup dengan bebuat baik...

    ReplyDelete
  36. bener2 ungkapan hati yang begitu menyentuh...

    ReplyDelete
  37. ungkapn puisi'y sangt menyentuh sekli nih,,mantap bgt mas,,,
    saya jg sampai terharu nih jdi pngent mnangis,,,

    ReplyDelete
  38. Banyak ya yang belum kejawab disini
    @All ; terima kasih ya sudah mau berkunjung n berkenan.

    ReplyDelete
  39. hebat mas di tengah tengah kesibukan kerjanya bisa cepat seperti ini ;) sukses terus buat kerjaannya mas ;)

    ReplyDelete
  40. aku pendusta yang mencari ampunan-Mu sebagai hamba..

    waaaah puisi yang indah, suka sama bait terakhir:
    "dosa pujangga muda. hidup penuh dusta. walau sadar semua kan kembali padanya"
    salam persahabatan :)

    ReplyDelete
  41. Slmt pagi,terima kasih atas kunjunganny k blog sy ^^ slm knl jg... Saya follow back yupz ^^
    btw,puisiny indah smg sy bs diajarkan utk dpt menulis puisi seindah ini ^^

    ReplyDelete
  42. @irma devi santika; salam persahabatan senang berkenalan dengan anda, kalau ingat pengalaman2 di bait terakhir cuma bisa :)

    @anabele octora; selamat pagi juga, kalau buat puisi kayanya masih bagus punya anabele deh.

    ReplyDelete
  43. @sang cerpenis bercerita; ia belum bisa agak sibuk minggu2 ini.

    ReplyDelete
  44. terima kasih banyak atas buah pena yang begitu cantik dan indah..
    salam kenal....
    hmm, aq minta izin co-paste utk ku-posting d fb ya...
    tenang ja, ntar kusebutkan sumbernya kok..
    boleh ya... ^_^
    tengkiyu... :)

    ReplyDelete
  45. Lumayan.. Semoga bermanfaat. Boleh copas gak?

    ReplyDelete

silahkan berkomentar?
jangan pergi dari sini sebelum meninggalkan kata-kata.