aku pendusta
yang menulis kata pengakuan dosa
yang tak akan sempurna dilihat mata
tapi catat saksiku kanan baiknya kata
atau kiri untuk buruknya kata
aku dan kalbu
seperti indah mawar itu
di batang hijau pot hitamku
subur digemburi cacing di lahan dustaku
yang kau lihat dari indahku
yang kau dengar dari indahku
yang kau rasa dari indahku
itu karena keindahanmu
sedangkan aku karena cacing cacing itu
aku dan langkah kaki
seperti tapak pasir pantai ini
tercetak tak abadi
membekas tapi sekali
bukan injakan mengering pasti
bukan injakan mengering pasti
aku dan kamu
aku
yang dusta dengan wangiku
yang dusta dengan kekar batangku
yang dusta dengan cacing di pot hitamku
kamu
yang bijak petik wangi itu
sobek mawar itu dimata agar kutau
yang bijak patahkan batang itu
agar remuknya hijau menyadarkanku
yang bijak menusuk cacing itu
mengubur di indah fenomena sebelum gelapku
yang bijak inginkan yang baru
seperti rumah sang raja yang dirindu
yang tulus kupun rindukan itu
aku dan waktu
dalam kerugianku
ingin sepertimu
banyak mengingat satu
menang dengan diammu
karena kau tunjukan satu
yang kau tangisi karena dosaku
aku dan takdir ini
aku dan sandiwara ini
aku dan misteri hati
dosa pujangga muda
hidup penuh dusta
walau sadar semua kan kembali padanya
kuawali kata dengan maaf kepada insan untuk kemarin, hari ini dan yang akan datang bila sempat tak terucap (susah juga ngambil peran ini). dosa pujangga muda dibuat untuk pribadi saya yang terpaut juga dengan teman2 pengunjung blog ini. karena sadar atau tidak sadar sudah pasti ada sedikit tulisan saya yang menjadi luka, trauma ataupun hipothermia atau metronom tanpa detak di denah blog ini. walau lama saya tau, yakin dan mengenal pasti kata kataku "ada/tidak adanya diriku sistem dari panggung nyata atau nir realita tetap bersandiwara" setidaknya tulisan ini kebahagian dan kelegaan hati (smile friend n ever lasting smile). ini juga untuk yang meminta kenapa labelku hanya satu hidupku ya sudah aku tambahkan dosa pujangga muda walau perlu waktu membuatnya dan juga teruntuk bintang-bintang indah yang menghiasi gelapku yang bijaknya ingin terbaru seperti rumah sang raja yang dirindu yang tulus akupun merindukan kebaikan seperti itu dan berusaha, mudah mudahan ini saat yang tepat untuk menampilkan warna baju persahabatan ini, peninggalan masa lalu yang mungkin mengisi frame kecil dirumahku demi kebaikan.
satu lagi spesial maaf nih aku tau filosofi kata mengikuti tapi tak menuruti, aku tau kau pun tau tentang 'makna arti' hanya karena ada waktu yang tepat dan kesempatan spesial menampilkan 'goodies' ini dosa pujangga muda (coba kapan lagi), ok fren two thumbs up n :D for you.
(nah saya dah gak punya utang lagi ya, ternyata susah juga posting cepet2 n menghayal gores rasa dibalik kesibukan kerja he3...)
:Dnahdiar

Ini koment dr hape..
ReplyDeleteMau tidur, udah matiin leletop, pencet hape, ada yg update..
Koment dulu ahh..
Semua manusia punya dosa..
Semua punya kesalahan..
Karena manusia bukan malaikat..
Bukan malaikat..
Hitam itu tak kan melunturkan merahmu..
Bau busuk itu tak kan menghilangkan harummu..
Karena sebutir mutiara akan tetap jadi mutiara..
Walaupun terkena lumpur dan dosa..
Sepertimu..
Seperti indah warnamu..
Seperti lembut kata katamu..
Seperti kokohnya tatapanmu..
Mutiara kan tetap jadi mutiara..
Sepertimu..
mungkin,
ReplyDeleteuntuk menjadi emas,
mengkilap dan bercahaya.
juga harus ditempa, di gosok, di siksa, di aniaya
meski kita tak tahu,
sampai kapan, sang waktu meliputi kita...
#makasih tuk RAMPADAN:
ReplyDeletemas jujur loh
nih ampe pengen keluar air mata bacanya
aku terharuuu
#makasih tuk SURYADEN:
doa in mas abis dikasih ilmu
demi waktu saya gak ingin lupa.
dosa
ReplyDeletesetiap manusia memilikinya
karena manusia bukan mahluk sempurna
butuh keberanian untuk melakukannya
dan butuh keberanian untuk mengakuinya
dan demi waktu yang telah diberikanNya
perbaikilah ia selagi di beri masa
karena segala sesuatu yang baik datang dariNya
dan segala yang buruk datang dari diri kita
salut buat sang pujangga
karena mengakui dosanya
moga suatu hari saya juga bisa melakukannya
saya sedang....^_^v berdosa
ReplyDeleteSakit pala gw semaleman bro... sorry blom bisa koment bearti buat pendosa...
ReplyDeletehahahahaaa...... masih puyeng dikit nih....
jika ada manusia yang mengaku dia sempurna
ReplyDeleteitu hanya khayalan belaka
jika ada manusia yang tau dia melakukan dosa, tapi mengakuinya dan berusaha meluruskannya untuk menjadi lebih baik..dia adalah mutiara..
tak ada manusia yang sempurna..
karena manusia tempatnya salah dan dosa
dan semoga kita semua
bisa menjadi lebih baik kedepannya...
mantaps neh postna ttg doa. :D
ReplyDeleteeh kurang "s" .. . mksudna mantaps tentang DOSA.. heee..
ReplyDeletesory ya.:D
salam...
ReplyDeletehmmm... ada apa mas dengan puisi ini, saya bisa menangkap teriakan dari kata-katanya yang begitu jujur mengakui kesalahan..
sesuatu memang harus disublimasikan lewat pena, walaupun sebenarnya ada ego yang harus kita pertaruhkan.
# makasih tuk DWINACUTE:
ReplyDeleteit's very hard to say sorry dear, it need a sacrifice or an endless sacrifice.
#makasih tuk CEBONG IPIET:
semua juga punya dosa bong...
#makasih tuk SANG PENYAMUN 210109:
ya udah post aja disini kan tauuuuuuuu
#makasih tuk ATCA:
terima kasih 'ca atas do'anya
aku merasa terhibur dengan do'a.
#makasih tuk DEBRIAN:
salam kenaalll. ialah apapun namanya ada di hitamku
#makasih tuk ROE:
itulah akhir sandiwara
yang tutupan kotak misterinya tak sempurna
tapi bila ku coba, apa lagi kata yang bisa ku pertanggung jawabkan sebagai keturunan adam.
gue bukan pujangga, yang bisa menggores kata dengan sejuta makna, gue hanya orang bisa yang bisa merasakan kedalaman rasamu yang kau goreskan dalam jerit hati itu.......
ReplyDeleteReques lagi dong label/kategorinya: Dosa Janda Muda :D
ReplyDeletebagus bos dengan mengakui kita punya dosa
ReplyDeleteuntuk berbuat dosa lagi kan jadi malu
udah baca dosa pujangga tapi seperti biasa nggak ngerti....
ReplyDelete#makasih tuk FAIZZ:
ReplyDeletesaya dah keblognya mas faizz baca postingan terakhir saya tersenyum ditulisan itu ada rasa yang tumplek, keren buat lelaki seperti mas :D
#makasih tuk KATAKATAKU:
waduh mas saya belum main ama janda muda ntar kalau salah lagi gmana? dah buat salah masih buat lagi untunglah saya masih bisa tersenyum selalu menghadapi perjalanan ini
#makasih tuk SUWUNG:
ia mas mudah2an ini jadi pelajaran berharga buat saya yang selalu belajar
#makasih tuk YOU-NI STORY:
ya udah gpp gak usah terlalu dipikirin.
memarginalkan dosa, menepikan dosa adalah kekalahan, mengagungkannya dan mengakuinya secara jantan didepan-Nya. Itulah kemenangan... salam
ReplyDeletetabiek
senoaji
#makasih tuk SENOAJI:
ReplyDeletewah tambah lega dengernya
wah,angkatan pujangga muda ya mas ?
ReplyDeletebagus puisinya...terus berkarya..
good luck
wah, makin mantep nih koleksi puisinya.. bdw, link saya mana ya? :)
ReplyDelete#makasih tuk RAYEARTH2601:
ReplyDeletemakasih, 2601 apa ya?? setau saya 26 januari ada gerhana total yang bisa dilihat jelas dilampung, ok deh thanks dah berkunjung.
#makasih tuk RIO 9:
saya pasang di the poet aja ya nanti.
bener bener seorang pujangga muda ya...
ReplyDeletenengok temen ahhhhhhhh..
ReplyDeletebagaimana punya kabar?
maaf ya baru sempet berkunjung..
#makasih tuk CASUAL CUTIE:
ReplyDeleteia bener blog pujangga muda he3... :D
#makasih tuk RAMPADAN:
lagi urus d'put rumah baru
siap, nanti berkunjung ke d'put ya.
nice poem bro
ReplyDeletemaap baru mampir nih
bagus bagt ni puisi ..
ReplyDeletejadi penn nangis aku T_T
#makasih tuk ANNOSMILE:
ReplyDeletemasih banyak yang lebih indah, saya masih belajar.
#makasih tuk CINTAILAH BUMI:
wah saya dah nangis tapi bahagia :D
wew ga ada manusia yg tanpa dosa...
ReplyDeletewalah walah..
ReplyDeletepara penyair idolaku ini pada kemana ya?
kok gak ada aktifitas..
lagi pada sibuk kali ya?
wah indah bangat kata-katamu...............
ReplyDeleteaq suka..............
teman aq juga suka katanya kamu polos skali................
suerrr jadi terenyuh diriku baca puisi diatas ..
ReplyDeletesuwer bos....
wow... puisinya, sampe2 Fina ga bisa ngimbangi. hehehe. coba bikin ah:
ReplyDeleteIbaratnya opium yang melenakan
Puisimu bak candu bagi ragaku
Denyut nadi tak lagi teratur
Detak jantung ingin memanggilmu
Yuk, semua pada bilang "hihihihi"
walah.........bro..kmana aja lo.. lama amir lo liburan.., hayoo.. ngeblog lagi.....
ReplyDeletemas, kok berhenti sich ngeblognya???
ReplyDeleteayo donk posting lagi..
bertapa di mana sich kok gak kelar kelar..
liat tuch si penyamun panen duit terus..
ayo mas, ngeblog lagi, aku tunggu artikelmu.
ReplyDeletesaatnya manusia tersadar akan dosa dan yang penting saat ini hanyalah hidup dengan bebuat baik...
ReplyDeletemana yang baru bos?
ReplyDeletebener2 ungkapan hati yang begitu menyentuh...
ReplyDeletethank to information
ReplyDelete走光,色遊戲,情色自拍,kk俱樂部,好玩遊戲,免費遊戲,貼圖區,好玩遊戲區,中部人聊天室,情色視訊聊天室,聊天室ut,成人遊戲,免費成人影片,成人光碟,情色遊戲,情色a片,情色網,性愛自拍,美女寫真,亂倫,戀愛ING,免費視訊聊天,視訊聊天,成人短片,美女交友,美女遊戲,18禁,三級片,自拍,後宮電影院,85cc,免費影片,線上遊戲,色情遊戲,日本a片,美女,成人圖片區,avdvd,色情遊戲,情色貼圖,女優,偷拍,情色視訊,愛情小說,85cc成人片,成人貼圖站,成人論壇,080聊天室,080苗栗人聊天室,免費a片,視訊美女,視訊做愛,免費視訊,伊莉討論區,sogo論壇,台灣論壇,plus論壇,維克斯論壇,聊天室
ReplyDeleteungkapn puisi'y sangt menyentuh sekli nih,,mantap bgt mas,,,
ReplyDeletesaya jg sampai terharu nih jdi pngent mnangis,,,
yang lagi mau jual kebun sengon mau bagi info nich tentang bibit jabon dan kayu jabon bagi yang suka bertani
ReplyDeletemampir nich dari jaksel
ReplyDeletepuisinya bagus..
ReplyDeleteBanyak ya yang belum kejawab disini
ReplyDelete@All ; terima kasih ya sudah mau berkunjung n berkenan.
hebat mas di tengah tengah kesibukan kerjanya bisa cepat seperti ini ;) sukses terus buat kerjaannya mas ;)
ReplyDelete@Majalah Masjid kita: terima kasih.
ReplyDeleteaku pendusta yang mencari ampunan-Mu sebagai hamba..
ReplyDeletewaaaah puisi yang indah, suka sama bait terakhir:
"dosa pujangga muda. hidup penuh dusta. walau sadar semua kan kembali padanya"
salam persahabatan :)
Slmt pagi,terima kasih atas kunjunganny k blog sy ^^ slm knl jg... Saya follow back yupz ^^
ReplyDeletebtw,puisiny indah smg sy bs diajarkan utk dpt menulis puisi seindah ini ^^
@irma devi santika; salam persahabatan senang berkenalan dengan anda, kalau ingat pengalaman2 di bait terakhir cuma bisa :)
ReplyDelete@anabele octora; selamat pagi juga, kalau buat puisi kayanya masih bagus punya anabele deh.
met siang...belum update ya
ReplyDelete@sang cerpenis bercerita; ia belum bisa agak sibuk minggu2 ini.
ReplyDeletejadi tertunduk :(
ReplyDelete@merliza; salam kenal :)
ReplyDeleteterima kasih banyak atas buah pena yang begitu cantik dan indah..
ReplyDeletesalam kenal....
hmm, aq minta izin co-paste utk ku-posting d fb ya...
tenang ja, ntar kusebutkan sumbernya kok..
boleh ya... ^_^
tengkiyu... :)
Lumayan.. Semoga bermanfaat. Boleh copas gak?
ReplyDelete